Senin, 25 Mei 2009

KOMENTAR SAMAN

OLEH: DRS. ISMA TANTAWI, M.A.


Hadirin yang berbahagia…

Nama tari saman diadopsi dari nama seorang tokoh.
Dari Gurun Sahara, yaitu Syeh Saman.
Yang mengembangkan Agama Islam di dataran Tinggi Gayo.
Dalam upaya menanamkan dan meyakinkan umat.
Syeh Saman melakukan gerakan-gerakan badan dan tangan.
Secara bervariasi.
Sambil mengucapkan ayat-ayat kalamullah.

Di bawah bayangan Gunung Leuser.
Gerakan-gerakan dimodifikasi dan dikreasi.
Oleh seniman tari Negeri Seribu Bukit Gayo Lues.
Sehingga tari saman ini dijuluki dengan nama.
Tari tangan Seribu.
Yaitu salah satu tari daerah.
Di Provinsi Aceh Leuser Antara.
Yang sudah mendapat apresiasi dari kritikus seni.
Tingkat dunia.

Tari saman ini.
Digunakan untuk mengungkapkan persaan.
Salam kepada orangtua.
Nasihat kepada pemuda.
Ungkapan kasih sayang kepada sesama.






Buntul enti emah tanoh
Lemah enti reroroh
Ike si berat enti itetatang
Si ringen enti ilelayang
Cemak enti amat-amat
Kemali enti ipeperi

Salah ku edet kite berdolat
Salah ku ukum kite bertobat

Hadirin yang berbahgia
Inilah tari tangan seribu

Selamat menyaksikan !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar